Jika kita mendengar kata Travel, maka langsung dengan cepat pikiran terasa damai dan indah. Siapa di dunia ini yang tidak suka dengan travelling, liburan dan refresh sejenak dari segala kesibukan sehari-hari? Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapat jika kita berjelajah dan liburan untuk beberapa saat, yang bisa melenturkan kembali saraf-saraf yang ada di diri kita. Di Indonesia sendiri banyak sekali destinasi wisata yang sangat menarik atau kaum milenials jaman sekarang menyebutnya Instagramable.
Sebutan instagramable dan millennials adalah 2 kata yang saling berkesinambungan. Kaum millennials jaman sekarang saling berlomba-lomba memamerkan hasil foto yang telah mereka dapatkan di destinasi atau lokasi wisata yang sangat menajubkan di Indonesia sendiri. Dengan pesatnya teknologi masa kini yang semakin canggih, banyak pula keuntungan yang di dapatkan oleh destinasi wisata itu sendiri berkat adanya media sosial atau digital lah yang membantu perkembangan destinasi wisata itu sendiri.

Menurut Judi Rifajantoro, Staf Khusus Kementrian Pariwisata, millennials dan kebiasannya dalam bermedia sosial sangat membantu dalam pertumbuhan pariwisata RI. Dengan cara tersebut pertumbuhan pariwisata di Indonesia semakin terkenal di mancanegara. Para kaum millennials berlomba-lomba merapikan feeds di akun Instagram nya. Banyak followers yang sebelumnya tidak tau menjadi tau.
Seperti yang sering perbincangkan oleh para millennials adalah Morotai Island di Maluku, Labuan Bajo di NTT, Ranu Kumbolo di Jawa Timur, Nusa Penida Island di Bali serta masih banyak lagi destinasi lainnya yang sangat terkenal di Indonesia.

Dunia digital juga semakin pesat tumbuh & berkembang, banyak aplikasi dan situs online yang menyediakan hotel, transportasi, referensi makanan & minuman serta hal-hal pendukung seperti pulsa, kuota internet, money changer dsb. Seperti yang saat ini banyak penggunanya seperti Traveloka, Tiket.com, Booking.com, Zomato dan Pegi Pegi. Berkat teknologi digital saat ini, semakin membantu perkembangan pariwisata sendiri di Indonesia.
Sebanyak 50 persen milenial ketika berwisata ingin merasakan, melihat, makan, dengar musik, hingga ingin memenuhi kebutuhan pengalaman jiwa. Maka itu sangat dibutuhkan platform digital yang memudahkan milenial seperti Traveloka Xperience.
Traveloka Xperience adalah platform pemesanan beragam produk aktivitas liburan dan gaya hidup terdepan di Asia Tenggara, meliputi atraksi, bioskop, event, hiburan, spa & kecantikan, olahraga, taman bermain, transportasi lokal, tur, pelengkap travel, makanan & minuman, dan kursus & workshop.
Menariknya, traveling yang dicari generasi milenial bukanlah traveling yang biasa. Mereka cenderung memilih traveling yang menantang. Datang ke sebuah tempat, menyewa kamar di hotel atau bahkan rumah penduduk setempat untuk menaruh barang, lalu pergi lagi untuk menjelajah setiap sudut menarik wilayah tersebut. Get lost is even better! Karena di situlah tantangannya. Dengan fakta, berdasarkan survey yang dilakukan kepada 1000 travelers milenial, 40% di antaranya tidak membutuhkan peta dan secara spontan lebih memilih untuk eksplorasi tanpa rencana.
We might don’t need Google maps for traveling, namun rasanya sangat tidak mungkin jika kita tak butuh layanan akomodasi online. Di era serba online sekarang ini, mendapatkan kamar untuk menginap hanya seperti menjentikkan jari. Sangat mudah. Apalagi sudah banyak layanan akomodasi online bertebaran, memudahkan kita mendapatkan kamar hotel dengan harga terbaik. Beberapa pilihan populer antara lain Agoda, ZEN Rooms, dan Pergi.com. Terlebih dengan promo-promo menarik yang ditawarkan, kegiatan traveling menjadi sesuatu yang makin digilai. Agoda dengan layanan basecamp memudahkan kita dapatkan akomodasi yang paling kita butuhkan. Menjelang lebaran, ZEN Rooms memberikan diskon 20% harga kamar dan gratis airport shuttle. Diskon hingga Rp 500.000 bahkan diberikan Pergi.com.

Musim liburan ada di depan mata, bersiap traveling ke mana? Kemana pun, selalu persiapkan barang esensial. To feed your social medias, smartphone, kamera, dan jaringan internet tak boleh tertinggal. Urusan penginapan juga. Tips: pilihlah penginapan yang sesuai dengan kebutuhan. Jika rencana eksplorasi alam, rumah penduduk (atau kampung wisata yang tengah populer belakangan ini) bisa dijadikan alternatif. Plus, bisa hemat. Sebaliknya, jika ingin lebih memanjakan diri, hotel dengan layanan ekstra tentu jadi pilihan cerdas.

Oleh karena Travel Digital serta Millennials yang sangat berhubungan, Kementrian Pariwisata juga membuat dan membentuk upaya-upaya dengan memanfaatkan generasi milennials ini. Contohnya, dengan membentuk GENPI (Generasi Pesona Indonesia), yakni sebuah komunitas yang berisi anak-anak muda yang cinta pariwisata dan aktif di media sosial yang diberi tugas untuk bercerita serta mengunggah destinasi Indonesia ke media sosialnya.

