Bali? Siap bersaing!

Pulau Bali adalah salah primadona pariwisata Indonesia yang terletak di sebelah timur Pulau Jawa yang sudah terkenal di seantero dunia. Selain dikenal dengan pesona baharinya, Bali juga terkenal dengan aneka kesenian dan kebudayaan unik yang masih terus di lestarikan.

Kintamani Bali

Kintamani terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Perjalanan menuju tempat wisata ini dari Kota Denpasar sekitar 2 jam dengan kendaraanbermotor atau sekitar 79,9 kilometer dari Bandara Udara Ngurah Rai.

image by : sonofmountmalang.files.wordpress.com

Kintamani menyediakan pemandangan perbukitan dengan udara yang masih segar dan suhu udara berkisar 18 derajat celcius. Di daerah ini terdapat objek wisata Penelokan yang berada di Desa Kedisan, daerah ini menawarkan pemandangan alam pegunungan Batur dan danau Batur yang sejuk di siang hari dan dingin di malam hari.

Pantai Sanur Bali

Jalan masuk gampang menuju lokasi rekreasi sanur ini adalah dari bandara Ngurah Rai Tuban, jarakn tempuhnya sekitar 10 km. Apabila mengendarai mobil, diperlukan waktu sekitar 30 menit.

image by : yukpiknik.com

Pantai tersebut dikenal juga dengan nama matahari terbit lantaran, Pantau Sanut memiliki ombak yang tenang, sehingga sangat cocok untuk snorkeling.

Pantai Nusa Dua bali

Objek wisata Nusa Dua merupakan salah satu tempat tujuan wisatawan berkunjung ke Bali, yang terletak di Kabupaten Badung, pada kawasan sebelah Tenggara pulau, jaraknya 15 km dari Bandara Ngurah Rai, 35 km dari kota Denpasar. Mempunyai pantai berpasir putih,  menjadikan tempat ini makin populer dikalangan para turis.

image by : media.expedia.com/

Biasanya wilayah ini banyak dipilih oleh wisatawan yang benar-benar menikmati liburannya untuk beristirahat dalam hotel, resort maupun cottage berbintang tersebar disepanjang pantai Tanjung Benoa sampai dengan Nusa Dua.

Pantai Padang Padang Bali

Pantai Padang Padang memang tak seterkenal Pantai Kuta, namun Pantai Padang Padang adalah pantai yang sangat indah dan unik.

image by : travelliatours.com

Pantai Padang Padang adalah sebuah pantai kecil yang lokasinya tersembunyi dibalik sebuah tebing di kawasan Pecatu, dekat dengat Uluwatu. Untuk dapat mencapai Pantai Padang Padang, anda harus melewati sebuah tangga yang membelah tebing.


Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPD Apindo) Bali Panudiana Kuhn menilai, Bali memiliki modal besar untuk menghadapi persaingan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) utamanya di sektor pariwisata.Bali selama 2014 menerima kunjungan wisman sebanyak 3,76 juta orang, naik 14,89 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 3,27 juta orang. Demikian pula selama dua bulan periode Januari-Februari wisman ke Bali tercatat 640.739 orang, bertambah 15,44 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya hanya 555.052 orang.

“Kondisi demikian menunjukkan sektor pariwisata Bali dan Indonesia umumnya akan tetap eksis dalam menghadapi MEA yang akan berlaku beberapa bulan lagi,” ungkapnya, di Denpasa. Bahkan, lanjutnya, Bali sudah mengirim sumber daya manusia (SDM) yang andal dalam bidang pariwisata, khususnya tenaga kapal pesiar ke Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya di belahan dunia. Hal itu menunjukkan SDM bidang pariwisata dari Bali sudah mampu bersaing di pasar global, namun lembaga pendidikan bidang pariwisata setempat masih tetap dituntut untuk mampu meningkatkan mutu lulusannya.”Demikian pula dalam bidang pendidikan khususnya perguruan tinggi di Bali kini banyak menerima mahasiswa dari mancanegara,” jelasnya.Mahasiswa asing yang melanjutkan studi di Bali umumnya berada di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kebanyakan dari mereka berasal dari berbagai negara di belahan dunia. Hal lain yang tidak kalah menariknya adalah mahasiswa asing yang datang dari berbagai negara melanjutkan studi di Bali untuk mempelajari dan mendalami seni budaya, khususnya tabuh dan tari Bali.

Perhitungan tersebut berdasarkan waktu kedatangan dan keberangkatan wisatawan di pintu masuk utama Bali. Namun, jika dikombinasikan dengan data BPS yang menyebut lama tamu menginap di hotel berbintang di Bali saat ini diperkirakan hanya berkisar 3-4 hari, sehingga masih ada selisih yang dicatat Kementerian Pariwisata.

“Sejumlah asumsi berkembang terkait selisih data ini, antara lain asumsi bahwa sebagian wisatawan memanfaatkan waktu berwisata ke daerah tetangga Bali, seperti Lombok dan sekitarnya. Atau, mereka bisa jadi menginap di vila selama masa liburan. Ini yang masih kami dalami,” kata Yuniartha Putra, Rabu (19/7).

Pemerintah Provinsi Bali menaruh perhatian serius menyikapi hal ini sebab berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi. Wisatawan lebih sedikit membelanjakan uang mereka di Bali.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Daerah Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra mengatakan Gubernur Bali sebelumnya memaparkan pemerintah pusat menggarap sejumlah destinasi pariwisata lain di Indonesia dengan ikon ‘Bali Baru.’ Kebijakan tersebut bukan bermaksud menyaingi Pulau Dewata sebagai koridor utama pariwisata Indonesia.

Gubernur mengingatkan pelaku pariwisata lebih peka terhadap perubahan situasi, sehingga mengambil langkah antisipasi menghadapi persaingan ketat, katanya.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali terus meningkat dari tahun ke tahun. Wisman yang datang 2010 hanya 2.49 juta orang. Angkanya naik menjadi 2,75 juta wisman pada 2011 dan 2,82 juta wisman pada 2012.

Tiga tahun berikutnya, Bali kedatangan 3,27 juta wisman pada 2013, 3,76 juta wisman pada 2014, dan empat juta wisman pada 2015. Lonjakannya semakin signifikan pada 2016 mencapai 4,92 juta wisman atau dengan kata lain melonjak 23,14 persen dibanding setahun sebelumnya.



ONLINE SHOP? KENAPA TIDAK

Makan adalah salah satu kebutuhan pokok yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Dari situlah banyak orang yang mulai mencoba keberuntungan hingga meraih kesuksesan dari bisnis kuliner. Beberapa pengusaha pasti pernah mengalami kegagalan dalam menjalankan bisnis kuliner. Namun, kegagalan tersebut justru menjadi suatu tantangan tersendiri bagi mereka, hingga akhirnya kesuksesan dapat mereka raih sedikit demi sedikit.

Jika saya memiliki kesempatan untuk berbisnis saya ingin berjualan online shop makanan. Membayangkan berjualan online itu menarik sekaligus menyeramkan. Di satu sisi kita melihat ada kurang-lebih 90 juta pengguna internet di Indonesia, ada pasar besar di sini.

Tapi di sisi lain, sepertinya cara mulainya rumit.

Berurusan dengan teknologi, yang ngerasa gaptek sudah putus asa sebelum mulai.

Padahal seandainya ada langkah demi langkah yang bisa diikuti seperti melipat origami waktu TK dulu…pasti banyak penjual offline yang ikut online.

Setelah membaca artikel ini, anda akan tahu apa saja yang bisa anda lakukan saat ini juga untuk mulai berjualan online.

Bahkan bagi yang baru pertama kali mengakses internet.

Satu kesalahan besar (yang masih saja dilakukan)

Sebenarnya berjualan secara online sekarang ini sangat mudah, sejak adanya marketplace (pasar online).

Contohnya seperti FJB Kaskus, OLX, Tokopedia.

Dalam 5 menit dari sekarang juga anda sudah bisa mulai jualan dan mendapatkan pembeli. Enak kan?

Atau di social media…Facebook, Instagram, dan BBM.

Bahkan beberapa penjual benar-benar hanya mengandalkan marketplace atau social media untuk berjualan, tanpa membuat website sendiri.

Memang bisa…

Tapi ada kelemahan besar di baliknya.

Pertama, tempat-tempat berjualan itu bukan milik anda sendiri. Ibaratnya anda menumpang jualan di rumah orang lain.

Akibatnya sewaktu-waktu anda bisa ditutup…

Selain itu, anda juga jadi terlihat tidak ada bedanya dengan penjual lain. Ini tidak bagus untuk jangka panjang, karena anda tidak akan dikenal.

Kedua, sulit berkembang.

Saya sering melihat orang yang 100% mengandalkan social media untuk berjualan. Bisnisnya stabil…tidak kehabisan pembeli memang, tapi dari dulu begitu-begitu saja.

Solusinya?

Gunakan keduanya.

Membesarkan website sendiri butuh waktu, anda bisa memanfaatkan marketplace dan social media untuk memperkenalkan mereka ke website anda sendiri.

Atau bisa juga menjual jasa.

Opsi lainnya, menjadi reseller atau dropshipper.

Untuk mencari supplier-nya, baca artikel pertama tadi.

Yang jelas, permasalahan ini harus anda selesaikan sendiri…karena andalah yang paling tahu apa yang ingin anda jual untuk bisnis jangka panjang.

Langkah #1 – Membangun pondasi website penjualan

Seperti yang sudah disebutkan tadi, menumpang di “rumah” orang lain saja tidak cukup. Dalam jangka pendek mungkin bisa…tapi tidak untuk jangka panjang.

Anda harus punya website sendiri.

Butuh biaya…untuk hosting dan domain.

Tapi biaya ini tidak ada apa-apanya dibandingkan pendapatan yang akan anda peroleh dari penjualan.

Kalau anda benar-benar mulai tanpa modal, 0 Rupiah, tidak perlu langsung membuat website. Jual produk/jasa pertama anda dulu baru gunakan uangnya untuk membangun website.

Harganya?

Biaya hosting per bulan hanya sekitar Rp 20.000 – 30.000 dan harga domain sekitar Rp 100.000 per tahun (atau kurang dari Rp 10.000 per bulan).

Dengan kata lain kalau misalnya profit anda 10ribu dari 1 produk, berarti terjual 2-4 sebulan juga sudah “balik modal”.

Bikin toko online atau jualan langsung?

Bicara tentang jualan online, biasanya berkaitan dengan toko online atau ecommerce.

Padahal mungkin anda tidak butuh toko online.

Sebagian besar orang biasanya hanya menjual 1-5 produk secara online. Kalau anda juga seperti ini, jangan membuat toko online yang punya bermacam-macam fitur.

Justru repot…

Waktu anda malah terbuang di pengaturan ini-itu. Padahal kalau jenis barang cuma sedikit, akhirnya website akan terlihat kosong.

Solusinya: buat 1 halaman untuk 1 jenis barang.

Jadi anda membuat satu halaman penjualan masing-masing untuk tiap produk. Di satu halaman ini berisi judul, gambar/video, penjelasan, dan cara membeli.

Revolusi Industri Pariwisata

Salah satu sejarah terbesar di dunia adalah dengan adanya Revolusi Industri. Tak dapat dipungkiri bahwa kehidupan kita tidak bisa lepas dari benda dan alat yang kita gunakan untuk mempermudah aktivitas dan pekerjaan setiap manusia, dimana hal tersebut adalah hasil dari revolusi industri.

Revolusi Industri sudah menjadi tuntutan sesuai kebutuhan zaman yang tidak bisa dihindarkan. Kita harus siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan berfikir kritis, kreatif, komukasi, dan bekerjasama. Dengan harapan juga akan melahirkan generasi yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.

Dalam mendorong pengembangan pariwisata, pada tahun 2018 Arief Yahya selaku menteri Pariwisata menekankan pentingnya perkembangan teknologi dalam mendorong sektor pariwisata di Indonesia.

Oleh karenanya Kementeriannya mendorong Pariwisata 4.0 agar membawa hasil signifikan pada sektor pariwisata Indonesia. Peringatan Hari Pariwisata Dunia (Word Tourism Day) sudah diperingati pada 28 september 2018 yang lalu dengan  membawa tema “Tourism and The Digital Transformation” atau sebagai Tahun Pariwisata dan Transformasi Digital.

Namun dalam penerapan menuju Pariwisata 4.0 dibutuhkan unsur lain, salah satunya adalah Generasi milenial yang sudah berkompeten dalam industri revolusi 4.0. Generasi Milenial adalah generasi yang berusia antara 22 tahun sampai 37 tahun dengan rata-rata kelahiran antara tahun 1981 hingga tahun 1996.

Menurut survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Generasi Milenial menjadi paling dominan dalam penggunaan internet. Internet sangat bermanfaat mengenalkan potensi wisata daerah kepada semua orang baik dalam skala nasional maupun internasional.

Pun melihat generasi milenial yang lebih suka menghabiskan waktu dan materi untuk piknik. Ini tentu akan sangat baik ketika pemanfaatan internet dengan suka piknik dikolaborasikan dengan pengenalan tempat piknik kedalam dunia digital. Dan dua hal ini dimiliki oleh generasi milenial.

Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo dalam media sosialnya mengatakan. ” Kita ingin mendatangkan wisatawan yang banyak dari mancanegara. Untuk itu, kita perbaiki fasilitas infrastruktur, landas pacu bandara diperpanjang, terminal diperbaiki, jalur transportasi diperbaiki, hotel dan lain-lainnya kita siapkan. Cukup ? Ternyata tidak.

Kita Membutuhkan peran hubungan masyarakat (humas) dan media untuk mendatangkan para wisatawan dan investor datang ke Indonesia, untuk membangun citra positif Indonesia. “

Pemanfaatan media dan hubungan masyarakat dengan Internet adalah pilihan yang tepat dan praktis untuk promosi potensi wisata yang ada di kabupaten Humbang Hasundutan sembari kita berharap pembangunan infrastruktur terus diupayakan oleh pemerintah selaku pemangku kebijakan.

Humbang-Hasundutan merupakan kabupaten yang memiliki banyak potensi wisata yang harus terus dikembangkan dan harus terus dipromosikan.

Namun kita melihat begitu minim informasi tentang potensi-potensi pariwisata yang ada di dunia digital dan kurang update sehingga mempersulit para pengunjung yang berasal dari luar sumatera utara secara umum dan diluar humbahas secara khusus untuk datang ke humbahas.

Pertama saya ijin menyarakan agar, pemerintah daerah humbahas harus siap dan terus bersinergi dengan para milenial yang sudah berkompeten dengan revolusi industri 4.0 juga mendorong milenial’s yang awam untuk siap berkompetisi dan berkarya, misalnya dengan pelatihan-pelatihan. Dengan harapan mampu menyusun strategi kolaborasi dan SOP kreatif yang bertujuan untuk mendatangkan wisatawan ke humbahas.

Kedua meningkatkan budaya literasi di tengah-tengah milenial humbahas akan sangat membantu dalam meningkatkan sumber daya manusia dan potensi wisata di humbahas sendiri.

Salah satunya dengan memulai menulis dan menceritakan tentang kultur, kekayaan, dan potensi-potensi wisata di humbahas di blog, web atau minimal didalam media sosialnya.

Tentu ini akan sangat baik untuk mempromosikan humbang-hasundutan sendiri kedalam dunia digital.

Kita pun belajar dari daerah-daerah yang sudah menjadi destinasi di Indonesia, misalnya Bali, Jogja, Solo dan daerah lainnya merupakan bukan sesuatu yang sulit ketika kita akan mencari tempat wisata, akomodasi, kuliner di daerah tersebut. Google telah menyediakannya karena banyak blog dan website yang menceritakan tentang daerah tersebut.

Ketiga Pemerintah daerah bersinergis dengan milenial dengan membuat program yang menarik minat milenial untuk ikut berpatisipasi aktif dalam mengembangkan pariwisata.

Salah satunya dengan membuat lomba mengenai pariwisata humbahas, misalnya lomba menulis blog dan membuat vlog yang diperuntukkan untuk umum atau milenial yang berasal dari humbahas yang sedang menuntut ilmu atau bekerja diluar humbahas.

Ini tentu hal sederhana namun sangat baik dalam hal promosi dibandingkan dengan membuat even yang memakan banyak dana dan hasilnya tidak maksimal.

Terakhir pemerintah daerah sebisa mungkin memaksimalkan potensi akademisi dan profesional kalangan milenial dengan menghasilkan inovasi baru juga memaksimalkan teknologi jangka panjang dan memastikan inovasi tepat sasaran dan tidak berakibat negatif bagi pembangunan berkelanjutan dan masyarakat lokal sekitar.

Travel Digital di Era Milenial

Jika kita mendengar kata Travel, maka langsung dengan cepat pikiran terasa damai dan indah. Siapa di dunia ini yang tidak suka dengan travelling, liburan dan refresh sejenak dari segala kesibukan sehari-hari? Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapat jika kita berjelajah dan liburan untuk beberapa saat, yang bisa melenturkan kembali saraf-saraf yang ada di diri kita. Di Indonesia sendiri banyak sekali destinasi wisata yang sangat menarik atau kaum milenials jaman sekarang menyebutnya Instagramable.

Sebutan instagramable dan millennials adalah 2 kata yang saling berkesinambungan. Kaum millennials jaman sekarang saling berlomba-lomba memamerkan hasil foto yang telah mereka dapatkan di destinasi atau lokasi wisata yang sangat menajubkan di Indonesia sendiri. Dengan pesatnya teknologi masa kini yang semakin canggih, banyak pula keuntungan yang di dapatkan oleh destinasi wisata itu sendiri berkat adanya media sosial atau digital lah yang membantu perkembangan destinasi wisata itu sendiri.

Cheers!

Menurut Judi Rifajantoro, Staf Khusus Kementrian Pariwisata, millennials dan kebiasannya dalam bermedia sosial sangat membantu dalam pertumbuhan pariwisata RI. Dengan cara tersebut pertumbuhan pariwisata di Indonesia semakin terkenal di mancanegara. Para kaum millennials berlomba-lomba merapikan feeds di akun Instagram nya. Banyak followers yang sebelumnya tidak tau menjadi tau.

Seperti yang sering perbincangkan oleh para millennials adalah Morotai Island di Maluku, Labuan Bajo di NTT, Ranu Kumbolo di Jawa Timur, Nusa Penida Island di Bali serta masih banyak lagi destinasi lainnya yang sangat terkenal di Indonesia.

Dunia digital juga semakin pesat tumbuh & berkembang, banyak aplikasi dan situs online yang menyediakan hotel, transportasi, referensi makanan & minuman serta hal-hal pendukung seperti pulsa, kuota internet, money changer dsb. Seperti yang saat ini banyak penggunanya seperti Traveloka, Tiket.com, Booking.com, Zomato dan Pegi Pegi. Berkat teknologi digital saat ini, semakin membantu perkembangan pariwisata sendiri di Indonesia.

Sebanyak 50 persen milenial ketika berwisata ingin merasakan, melihat, makan, dengar musik, hingga ingin memenuhi kebutuhan pengalaman jiwa. Maka itu sangat dibutuhkan platform digital yang memudahkan milenial seperti Traveloka Xperience.

Traveloka Xperience adalah platform pemesanan beragam produk aktivitas liburan dan gaya hidup terdepan di Asia Tenggara, meliputi atraksi, bioskop, event, hiburan, spa & kecantikan, olahraga, taman bermain, transportasi lokal, tur, pelengkap travel, makanan & minuman, dan kursus & workshop.

Menariknya, traveling yang dicari generasi milenial bukanlah traveling yang biasa. Mereka cenderung memilih traveling yang menantang. Datang ke sebuah tempat, menyewa kamar di hotel atau bahkan rumah penduduk setempat untuk menaruh barang, lalu pergi lagi untuk menjelajah setiap sudut menarik wilayah tersebut. Get lost is even better! Karena di situlah tantangannya. Dengan fakta, berdasarkan survey yang dilakukan kepada 1000 travelers milenial, 40% di antaranya tidak membutuhkan peta dan secara spontan lebih memilih untuk eksplorasi tanpa rencana.

We might don’t need Google maps for traveling, namun rasanya sangat tidak mungkin jika kita tak butuh layanan akomodasi online. Di era serba online sekarang ini, mendapatkan kamar untuk menginap hanya seperti menjentikkan jari. Sangat mudah. Apalagi sudah banyak layanan akomodasi online bertebaran, memudahkan kita mendapatkan kamar hotel dengan harga terbaik. Beberapa pilihan populer antara lain Agoda, ZEN Rooms, dan Pergi.com. Terlebih dengan promo-promo menarik yang ditawarkan, kegiatan traveling menjadi sesuatu yang makin digilai. Agoda dengan layanan basecamp memudahkan kita dapatkan akomodasi yang paling kita butuhkan. Menjelang lebaran, ZEN Rooms memberikan diskon 20% harga kamar dan gratis airport shuttle. Diskon hingga Rp 500.000 bahkan diberikan Pergi.com.

Musim liburan ada di depan mata, bersiap traveling ke mana? Kemana pun, selalu persiapkan barang esensial. To feed your social medias, smartphone, kamera, dan jaringan internet tak boleh tertinggal. Urusan penginapan juga. Tips: pilihlah penginapan yang sesuai dengan kebutuhan. Jika rencana eksplorasi alam, rumah penduduk (atau kampung wisata yang tengah populer belakangan ini) bisa dijadikan alternatif. Plus, bisa hemat. Sebaliknya, jika ingin lebih memanjakan diri, hotel dengan layanan ekstra tentu jadi pilihan cerdas.

Oleh karena Travel Digital serta Millennials yang sangat berhubungan, Kementrian Pariwisata juga membuat dan membentuk upaya-upaya dengan memanfaatkan generasi milennials ini. Contohnya, dengan membentuk GENPI (Generasi Pesona Indonesia), yakni sebuah komunitas yang berisi anak-anak muda yang cinta pariwisata dan aktif di media sosial yang diberi tugas untuk bercerita serta mengunggah destinasi Indonesia ke media sosialnya.

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started